Mercure Berau: Ketika Mimpi Putra Daerah Mengubah Wajah Pariwisata Berau
Di jantung keindahan Kalimantan Timur, sebuah nama kini berdiri sebagai mercusuar harapan dan kemajuan: Mercure Berau. Bukan sekadar bangunan megah, kehadiran hotel ini menandai sebuah babak baru bagi Kabupaten Berau, menjadikannya gerbang pariwisata yang siap menyambut dunia. Kisah di baliknya adalah narasi tentang visi, dedikasi, dan kecintaan mendalam seorang putra daerah terhadap tanah kelahirannya.
Hendri Oetomo, Direktur Utama PT Berau Indah Permai, induk dari Mercure Berau, membagikan kisahnya tentang bagaimana impian untuk membawa akomodasi kelas dunia ke Berau mulai bersemi. Sebagai seorang pebisnis yang sering bepergian, ia merasakan betul kebutuhan akan fasilitas penginapan berstandar internasional di kampung halamannya. Mimpinya sederhana, namun ambisius: Berau harus memiliki hotel internasional yang tidak hanya memenuhi kebutuhan wisatawan, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi ekonomi lokal.
Mercure Berau: Lebih dari Sekadar Penginapan Internasional
Proses mewujudkan Mercure Berau bukanlah tanpa tantangan. Dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas, sistem manajemen internasional yang tangguh, serta komitmen jangka panjang. Namun, dengan tekad yang kuat, semua itu berhasil diwujudkan, menghadirkan fasilitas berkelas internasional yang siap menunjang pariwisata Berau. Hendri Oetomo menegaskan bahwa Mercure Berau dirancang bukan hanya sebagai tempat menginap dan rekreasi semata. Lebih dari itu, ia diharapkan menjadi ruang tumbuh ekonomi baru, membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan menarik investor pariwisata ke Kabupaten Berau.
Kehadiran hotel internasional pertama di Berau ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi berbagai sektor. Dampak sosialnya terasa nyata, terutama dalam pemberdayaan UMKM lokal. Berbagai produk khas daerah kini memiliki etalase di lobi hotel, memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperkenalkan kearifan lokal Berau kepada tamu dari berbagai penjuru dunia. Ini adalah langkah konkret dalam membangun ekonomi yang inklusif, di mana manfaat dari pengembangan pariwisata dapat dirasakan secara merata.
Komitmen Berkelanjutan untuk Destinasi Eksotis
Antusiasme terhadap peresmian Mercure Berau tidak hanya datang dari kalangan swasta. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan apresiasi mendalam atas berdirinya hotel ini. Menurutnya, kehadiran hotel berkelas internasional ini merupakan momentum bersejarah yang diharapkan dapat mendorong pariwisata berbasis kearifan lokal dan budaya asli Berau. Kabupaten Berau, dengan kekayaan alamnya yang luar biasa—mulai dari laut yang indah hingga daratan yang subur—serta budaya yang kaya, memang memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi eksotis terkemuka di Kalimantan Timur.
Visi pengembangan pariwisata Berau tidak berhenti sampai di Mercure Berau. Ada rencana ambisius untuk melanjutkan komitmen ini dengan pembangunan resort bintang lima, semakin memperkuat posisi Berau sebagai gerbang pariwisata dengan akomodasi kelas dunia. Ini adalah manifestasi dari kewajiban para putra daerah untuk terus membangun ekonomi dan keberlanjutan di Berau. Dengan peningkatan layanan pariwisata dan fasilitas akomodasi yang semakin lengkap, diharapkan lama tinggal wisatawan dapat diperpanjang, serta kepercayaan investor terus meningkat, menciptakan lingkungan industri yang kondusif bagi dunia usaha dan pariwisata di Kabupaten Berau.
Mercure Berau bukan sekadar sebuah hotel; ia adalah simbol dari sebuah mimpi yang terwujud, sebuah harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi pariwisata Berau, dan sebuah bukti nyata bahwa dengan semangat kebersamaan, sebuah daerah dapat melangkah maju menjadi destinasi yang diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional.

